Menjaga Kata, Merajut Pahala di MA Mulia Insani Sidoarjo
Sidoarjo – Suasana khidmat menyelimuti Masjid MA Mulia Insani. Di tempat yang suci ini, seluruh siswa-siswi dikumpulkan bukan sekadar untuk mendengarkan arahan, melainkan untuk memulai sebuah gerakan besar dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia melalui program: "Lisanku Surgaku".
Mengukur Diri Melalui Kejujuran
Dalam kegiatan sosialisasi ini, Bapak Indra Ristanto selaku Waka Kesiswaan membimbing langsung para siswa untuk mulai mengisi Jurnal Lisanku Surgaku. Jurnal ini bukan sekadar buku catatan, melainkan cermin harian bagi setiap siswa untuk mengevaluasi apa saja yang keluar dari lisan mereka.
Pak Indra mengajak anak-anak untuk mengisi setiap poin di dalam jurnal dengan satu kunci utama: Kejujuran.
"Anak-anakku, lisan kita bisa menjadi pintu surga, namun bisa juga sebaliknya. Jurnal ini adalah alat bagi kalian untuk jujur pada diri sendiri. Berapa banyak kata baik yang kita ucapkan hari ini? Dan berapa banyak kata yang seharusnya tidak perlu terucap?" ujar Pak Indra di hadapan para siswa.
Poin Utama Jurnal Lisanku Surgaku:
Siswa diajak untuk memantau aktivitas lisan mereka, antara lain:
* Menjaga lisan dari ghibah (membicarakan keburukan orang lain).
* Menghindari kata-kata kasar atau yang dapat menyakiti hati sesama.
* Membiasakan kalimat thayyibah (dzikir, salam, dan kata-kata santun).
* Keberanian mengakui kesalahan jika lisan sempat khilaf.
Mengapa Harus Jujur?
Program ini menekankan bahwa nilai dari jurnal ini bukanlah seberapa sempurna isinya, melainkan seberapa jujur siswa mengakuinya. Dengan kejujuran, siswa belajar untuk bertanggung jawab atas setiap ucapan yang dikeluarkan.
Kami berharap, melalui pembiasaan mengisi jurnal ini, karakter "Santri Mulia" yang santun dan menjaga adab lisan dapat mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, di rumah, maupun di pondok.
"Lisan adalah pantulan hati. Mari jadikan setiap kata yang terucap sebagai investasi menuju surga."


